Sudah Masuk Kategori Risiko Tinggi? Ini Tanda Awal Diabetes yang Tidak Boleh Diabaikan!
Diabetes
melitus sering disebut sebagai “silent killer” karena banyak orang yang
tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini. Padahal, jika dilihat dari
tanda-tanda awalnya, seperti adanya polidipsi (rasa haus berlebihan), polifagi
(nafsu makan yang meningkat), dan poliuri (sering buang air kecil), itu
merupakan gejala awal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. Mengetahui
tanda-tanda ini sangat penting agar penyakit diabetes melitus bisa terdeteksi
lebih dini dan penanganannya dapat dilakukan segera1.
Kenyataannya,
banyak masyarakat yang meremehkan atau bahkan tidak mengetahui gejala awal dari
penyakit Diabetes Mellitus. Akibatnya, kebanyakan pasien yang datang ke
fasilitas pelayanan kesehatan sudah berada pada tahap yang lebih lanjut dari
penyakit ini1.
Menurut
PERKENI, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya (berat
badan turun tanpa alasan yang jelas) adalah salah satu gejala yang sering
ditemukan pada penderita Diabetes Mellitus2.
Selain
itu, keluhan lain yang umum ditemui antara lain rasa lemah tubuh (merasa lemas
atau mudah lelah), kesemutan (rasa seperti ditusuk-tusuk pada tangan atau
kaki), gatal, penglihatan kabur (mata yang terlihat buram), serta disfungsi
ereksi pada pria (kesulitan dalam ereksi). Pada wanita, gejala tambahan yang
mungkin muncul adalah pruritus vulva (gatal-gatal pada area kewanitaan)2.
Berikut penjelasan tentang tanda awal diabetes yang wajib Anda pahami :
Polidipsi
(Rasa Haus Berlebihan)
Polidipsi
adalah kondisi di mana seseorang merasa haus terus-menerus. Hal ini biasanya
terjadi sebagai respons terhadap poliuri, yaitu kondisi di mana seseorang
mengeluarkan urin dalam jumlah banyak dan sering kali dialami oleh penderita
diabetes. Ketika banyak urin dikeluarkan, tubuh kehilangan cairan yang
dapat mengakibatkan rasa haus muncul. Untuk mengimbangi kekurangan cairan
tersebut, penderita akan minum lebih banyak3,4.
Selain
itu, peningkatan difusi (pergerakan partikel) cairan dari dalam sel ke dalam
pembuluh darah (vaskuler) menyebabkan penurunan volume cairan di dalam sel.
Proses ini dapat menyebabkan dehidrasi sel, yang pada gilirannya merangsang
otak untuk menimbulkan perasaan haus yang terus-menerus, atau polidipsia3,4.
Polifagi
(Nafsu Makan yang Meningkat)
Polifagi
adalah kondisi di mana seseorang merasa lapar secara berlebihan dan
terus-menerus. Hal ini terjadi akibat penurunan kadar insulin atau resistensi
insulin, yang menyebabkan glukosa (gula darah) tidak bisa masuk ke dalam sel.
Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi energi yang cukup, dan otak akan
merangsang rasa lapar untuk mencoba mencari sumber energi3,4.
Proses ini menyebabkan seseorang cenderung makan lebih banyak karena rasa lapar yang tak terkendali. Polifagi sering kali terjadi pada penderita diabetes, di mana insulin tidak lagi efektif dalam mengatur kadar gula dalam darah3,4.
Poliuri
(Sering Buang Air Kecil)
Poliuri adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan urin dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes akibat defisiensi (kekurangan) atau resistensi insulin. Insulin berfungsi untuk membantu glukosa (gula darah) masuk ke dalam sel tubuh, tetapi ketika insulin tidak bekerja dengan baik, kadar gula dalam darah akan meningkat (hiperglikemia)4.
Peningkatan gula darah ini menyebabkan peningkatan konsentrasi dalam darah (hiperosmolaritas), yang menarik cairan dari dalam sel ke dalam pembuluh darah. Proses ini meningkatkan aliran darah ke ginjal dan menyebabkan diuresis osmotik, yaitu pengeluaran urin dalam jumlah yang banyak4.
Referensi
- 1. Brilyana AA, Abbas HH, Mahmud NU. Efektivitas air rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe 2. Window Of Public Health J. 2021;2(2):311-21.
- 2. Perkeni. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2021.
- 3. Sagita P. Pengaruh pemberian daun sirsak (Annona muricata) terhadap penyakit diabetes melitus. J Med Hutama. 2021;3:1265-72.
- 4. Liberty IA, Ananigsih ES, Utami AM. Prediabetes: update and overview. Pekalongan: Nasya Expanding Management; 2023.
