Sudah Masuk Kategori Risiko Tinggi? Ini Tanda Awal Diabetes yang Tidak Boleh Diabaikan!

  • 15

Diabetes melitus sering disebut sebagai “silent killer” karena banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini. Padahal, jika dilihat dari tanda-tanda awalnya, seperti adanya polidipsi (rasa haus berlebihan), polifagi (nafsu makan yang meningkat), dan poliuri (sering buang air kecil), itu merupakan gejala awal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. Mengetahui tanda-tanda ini sangat penting agar penyakit diabetes melitus bisa terdeteksi lebih dini dan penanganannya dapat dilakukan segera1.

Kenyataannya, banyak masyarakat yang meremehkan atau bahkan tidak mengetahui gejala awal dari penyakit Diabetes Mellitus. Akibatnya, kebanyakan pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah berada pada tahap yang lebih lanjut dari penyakit ini1.

Menurut PERKENI, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya (berat badan turun tanpa alasan yang jelas) adalah salah satu gejala yang sering ditemukan pada penderita Diabetes Mellitus2.

Selain itu, keluhan lain yang umum ditemui antara lain rasa lemah tubuh (merasa lemas atau mudah lelah), kesemutan (rasa seperti ditusuk-tusuk pada tangan atau kaki), gatal, penglihatan kabur (mata yang terlihat buram), serta disfungsi ereksi pada pria (kesulitan dalam ereksi). Pada wanita, gejala tambahan yang mungkin muncul adalah pruritus vulva (gatal-gatal pada area kewanitaan)2. Berikut penjelasan tentang tanda awal diabetes yang wajib Anda pahami :

Polidipsi (Rasa Haus Berlebihan)

Polidipsi adalah kondisi di mana seseorang merasa haus terus-menerus. Hal ini biasanya terjadi sebagai respons terhadap poliuri, yaitu kondisi di mana seseorang mengeluarkan urin dalam jumlah banyak dan sering kali dialami oleh penderita diabetes. Ketika banyak urin dikeluarkan, tubuh kehilangan cairan yang dapat mengakibatkan rasa haus muncul. Untuk mengimbangi kekurangan cairan tersebut, penderita akan minum lebih banyak3,4.

Selain itu, peningkatan difusi (pergerakan partikel) cairan dari dalam sel ke dalam pembuluh darah (vaskuler) menyebabkan penurunan volume cairan di dalam sel. Proses ini dapat menyebabkan dehidrasi sel, yang pada gilirannya merangsang otak untuk menimbulkan perasaan haus yang terus-menerus, atau polidipsia3,4.

Polifagi (Nafsu Makan yang Meningkat)

Polifagi adalah kondisi di mana seseorang merasa lapar secara berlebihan dan terus-menerus. Hal ini terjadi akibat penurunan kadar insulin atau resistensi insulin, yang menyebabkan glukosa (gula darah) tidak bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi energi yang cukup, dan otak akan merangsang rasa lapar untuk mencoba mencari sumber energi3,4.

Proses ini menyebabkan seseorang cenderung makan lebih banyak karena rasa lapar yang tak terkendali. Polifagi sering kali terjadi pada penderita diabetes, di mana insulin tidak lagi efektif dalam mengatur kadar gula dalam darah3,4.

Poliuri (Sering Buang Air Kecil)

Poliuri adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan urin dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes akibat defisiensi (kekurangan) atau resistensi insulin. Insulin berfungsi untuk membantu glukosa (gula darah) masuk ke dalam sel tubuh, tetapi ketika insulin tidak bekerja dengan baik, kadar gula dalam darah akan meningkat (hiperglikemia)4.

Peningkatan gula darah ini menyebabkan peningkatan konsentrasi dalam darah (hiperosmolaritas), yang menarik cairan dari dalam sel ke dalam pembuluh darah. Proses ini meningkatkan aliran darah ke ginjal dan menyebabkan diuresis osmotik, yaitu pengeluaran urin dalam jumlah yang banyak4.

Referensi

  • 1. Brilyana AA, Abbas HH, Mahmud NU. Efektivitas air rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe 2. Window Of Public Health J. 2021;2(2):311-21.
  • 2. Perkeni. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2021.
  • 3. Sagita P. Pengaruh pemberian daun sirsak (Annona muricata) terhadap penyakit diabetes melitus. J Med Hutama. 2021;3:1265-72.
  • 4. Liberty IA, Ananigsih ES, Utami AM. Prediabetes: update and overview. Pekalongan: Nasya Expanding Management; 2023.