Waspada! Ini Komplikasi Serius Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes
Melitus Tipe 2 dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, baik pada pembuluh
darah (makrovaskular dan mikrovaskular) maupun sistem saraf (neuropati).
Komplikasi makrovaskular melibatkan organ jantung, otak, dan pembuluh darah,
sementara gangguan mikrovaskular dapat memengaruhi mata dan ginjal. Selain itu,
gangguan sistem saraf sering dialami oleh penderita DM, baik yang telah lama
menderita maupun yang baru terdiagnosis1,2.
Komplikasi
Makrovaskular (Pembuluh Darah Besar)
Komplikasi
makrovaskular berkaitan dengan kerusakan pada pembuluh darah besar, yang dapat
mempengaruhi beberapa organ penting tubuh, seperti jantung, otak, dan pembuluh
darah perifer. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan
penyakit pembuluh darah perifer1,2.
·
Penyakit jantung koroner.
·
Stroke.
·
Gagal jantung.
·
Penyakit pembuluh darah tepi.
Komplikasi
Mikrovaskular (Pembuluh Darah Kecil)
Komplikasi
mikrovaskular terjadi pada pembuluh darah kecil dan dapat memengaruhi berbagai
organ penting, seperti mata, ginjal, dan saraf. Gangguan mikrovaskular sering
kali tidak terasa pada tahap awal, tetapi jika dibiarkan, dapat menyebabkan
kerusakan yang permanen1,2.
·
Penurunan penglihatan hingga kebutaan (Retinopati
diabetik).
·
Penyakit ginjal (Nefropati diabetik).
Komplikasi
Neuropati (Sistem Saraf)
Neuropati
adalah gangguan pada sistem saraf yang sering dialami oleh penderita DM Tipe 2.
Ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah yang
memasok nutrisi ke saraf. Neuropati dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh
dan menimbulkan gejala yang sangat mengganggu1,2.
·
Penurunan kemampuan tubuh untuk merasakan rasa
sakit, panas, atau dingin (Neuropati sensorik).
·
Kelemahan otot, kesulitan menjaga keseimbangan
saat berjalan (Neuropati motorik).
·
Gangguan pencernaan, gangguan tekanan darah,
atau gangguan irama jantung (Neuropati otonom).
Komplikasi
Lainnya
Selain
komplikasi utama di atas, diabetes melitus tipe 2 juga dapat menyebabkan
berbagai masalah kesehatan lainnya. Gula darah yang tinggi dapat memengaruhi
daya tahan tubuh, membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi, terutama
pada kulit, gusi, dan saluran kemih1,2.
·
Infeksi yang sering dan sulit sembuh (Ulkus kaki
diabetik).
·
Gangguan pada kulit.
·
Gangguan kesehatan mental.
Diabetes
Melitus Tipe 2 adalah penyakit yang dapat mengarah pada berbagai komplikasi
serius yang memengaruhi banyak organ tubuh. Oleh karena itu, pengelolaan yang
baik terhadap diabetes sangat penting untuk mencegah dampak kesehatan yang
lebih parah. Waspadai tanda-tanda komplikasi ini dan segera lakukan tindakan
preventif untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik.
Referensi
- 1. PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Jakarta : Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2021.
- 2. PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2024.
- 3.
