Yuk, Jaga Kesehatan dengan Memahami Diabetes Melitus Tipe 2!

  • 19

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat. Kondisi ini memengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa, meskipun dapat juga terjadi pada anak-anak dan remaja1.

Klasifikasi Diabetes Melitus

Selain diabetes melitus tipe 2, secara umum, diabetes melitus dapat diklasifikasikan menjadi diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, atau tipe lainnya sesuai dengan penyebabnya. Pada tahun 2025 terdapat suatu bentuk diabetes yang pernah diabaikan, yang sebelumnya dikenal sebagai diabetes terkait malnutrisi, kini telah mendapat pengakuan resmi dari IDF (International Diabetes Federation) sebagai diabetes melitus tipe 5. Keputusan penting ini ditetapkan pada tanggal 8 April 2025, melalui pemungutan suara resmi di Kongres Diabetes Dunia di Bangkok, Thailand2.

Penyebab Diabetes Melitus Tipe 2

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan diabetes melitus tipe 2, faktor tersebut adalah3:

1. Faktor Risiko yang Tidak dapat diubah

·         Ras dan etnik (Kelompok etnik Asia Selatan lebih berisiko).

·         Riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe 2.

·         Usia diatas 40 tahun.

·         Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir > 4000 gram atau riwayat DM gestasional (Diabetes saat hamil).

·         Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg).

2. Faktor Risiko yang Bisa diubah

·         Berat badan berlebih (Dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh ? 23 kg/m²).

·         Kurangnya aktivitas fisik.

·         Hipertensi (> 140/90 mmHg).

·         Hiperkolesterodemia (HDL < 35 mg/dL dan/atau trigliserida > 250 mg/dL).

·         Diet tidak sehat: Diet dengan tinggi glukosa dan rendah serat.

3. Faktor Lain yang Terkait dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

·         Pasien sindrom metabolik yang memiliki riwayat toleransi glukosa terganggu atau glukosa darah puasa terganggu sebelumnya.

·         Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), atau penyakit arteri perifer (PAD).

Gejala

Beberapa gejala yang umumnya terkait dengan diabetes melitus tipe 2 meliputi3:

·         Poliuria: Produksi urin yang berlebihan dan sering buang air kecil.

·         Polidipsia: Rasa haus yang berlebihan dan sering minum air.

·         Polifagi: Nafsu makan yang meningkat dan sering merasa lapar.

·         Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Tatalaksana Non-Farmakologi

Beberapa tatalaksana non-farmakologi diabetes melitus tipe 2 meliputi3:

·         Perubahan gaya hidup dan perencanaan makan.

·         Diet sehat untuk mengurangi risiko.

·         Pendekatan bagi individu yang kesulitan mempertahankan perubahan gaya hidup.

·         Kontrol berat badan.

Referensi

  • 1. Nurcahyani I, Pakarti AT, Ayubbana S. Implementasi Senam Aerobik Terhadap Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Tipe II. J Cendikia Muda. 2025;5(3):337–43.
  • 2. Selim S. Type 5 Diabetes Mellitus: Global Recognition of a Previously Overlooked Subtype. Bangladesh J Endocrinol Metab. 2025;4(2):59–60.
  • 3. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2024.