Yuk, Jaga Kesehatan dengan Memahami Diabetes Melitus Tipe 2!
Diabetes melitus tipe 2 adalah
penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh
akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat. Kondisi ini
memengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi.
Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum dan biasanya
terjadi pada orang dewasa, meskipun dapat juga terjadi pada anak-anak dan
remaja1.
Klasifikasi Diabetes Melitus
Selain diabetes melitus tipe 2,
secara umum, diabetes melitus dapat diklasifikasikan menjadi diabetes melitus tipe
1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, atau tipe lainnya
sesuai dengan penyebabnya. Pada tahun 2025 terdapat suatu bentuk diabetes yang
pernah diabaikan, yang sebelumnya dikenal sebagai diabetes terkait malnutrisi,
kini telah mendapat pengakuan resmi dari IDF (International Diabetes
Federation) sebagai diabetes melitus tipe 5. Keputusan penting ini
ditetapkan pada tanggal 8 April 2025, melalui pemungutan suara resmi di Kongres
Diabetes Dunia di Bangkok, Thailand2.
Penyebab Diabetes Melitus
Tipe 2
Ada beberapa faktor yang
berkontribusi terhadap perkembangan diabetes melitus tipe 2, faktor tersebut
adalah3:
1. Faktor Risiko yang Tidak dapat
diubah
·
Ras dan etnik (Kelompok etnik Asia Selatan lebih
berisiko).
·
Riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe 2.
·
Usia diatas 40 tahun.
·
Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir >
4000 gram atau riwayat DM gestasional (Diabetes saat hamil).
·
Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5
kg).
2. Faktor Risiko yang Bisa diubah
·
Berat badan berlebih (Dengan perhitungan Indeks
Massa Tubuh ? 23 kg/m²).
·
Kurangnya aktivitas fisik.
·
Hipertensi (> 140/90 mmHg).
·
Hiperkolesterodemia (HDL < 35 mg/dL dan/atau
trigliserida > 250 mg/dL).
·
Diet tidak sehat: Diet dengan tinggi glukosa dan
rendah serat.
3. Faktor Lain yang Terkait
dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2
·
Pasien sindrom metabolik yang memiliki riwayat toleransi
glukosa terganggu atau glukosa darah puasa terganggu sebelumnya.
·
Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular,
seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), atau penyakit arteri perifer
(PAD).
Gejala
Beberapa gejala yang umumnya
terkait dengan diabetes melitus tipe 2 meliputi3:
·
Poliuria: Produksi urin yang berlebihan dan
sering buang air kecil.
·
Polidipsia: Rasa haus yang berlebihan dan sering
minum air.
·
Polifagi: Nafsu makan yang meningkat dan sering
merasa lapar.
·
Penurunan berat badan yang tidak diketahui
penyebabnya.
Tatalaksana Non-Farmakologi
Beberapa tatalaksana
non-farmakologi diabetes melitus tipe 2 meliputi3:
·
Perubahan gaya hidup dan perencanaan makan.
·
Diet sehat untuk mengurangi risiko.
·
Pendekatan bagi individu yang kesulitan
mempertahankan perubahan gaya hidup.
·
Kontrol berat badan.
Referensi
- 1. Nurcahyani I, Pakarti AT, Ayubbana S. Implementasi Senam Aerobik Terhadap Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Tipe II. J Cendikia Muda. 2025;5(3):337–43.
- 2. Selim S. Type 5 Diabetes Mellitus: Global Recognition of a Previously Overlooked Subtype. Bangladesh J Endocrinol Metab. 2025;4(2):59–60.
- 3. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2024.
